Cari Blog Ini
Translate
Kamis, 22 Oktober 2015
arti sholawat masyisyiah
Arti sholawat masyisyiah=
Ya Alloh, Anugerahkan kesejahteraan atas seorang nabi (Nabi Muhammad SAW) yang darinya menjadi tersingkap setiap rahasia, menjadi terbit setiap cahaya. Dan padanya menjadi naik setiap hakikat, menjadi turun (bertahap) setiap ilmu Adam AS, membuat tidak kuasa setiap makhluq. Dan untuknya dijadikan kecil setiap pengetahuan hingga tidak ada satupun orang yang mengejar dan menyusul dari kita yang mampu mencapainya.Taman-taman malakut menjadi indah dengan pesona bunga ketampanannya.Telaga-telaga jabarut menjadi tumpah ruah dengan limpahan cahayanya.Tidak ada sesuatupun kecuali ia bergantung kepadanya.Bila tanpa wasithahnya (Perantara) niscaya hilang segala yang ada dan terjadi dikarenakan keberadaannya.Ya Alloh anugerahkanlah kesejahteraan atasnya. kesejahteraan yang sesuai dengan-Mu, yang datanya dari Mu untuk dianugerahkan kepadanya sebagaimana ia pantas menyandangnya.Ya Alloh, Sesungguhnya dia (Muhammad) adalah rahasia yang mencakup segala sesuatu, yang menunjukkan jalan menuju engkau, dan dia adalah hijab-Mu yang teramat agung, yang berdiri lurus di hadapan-Mu.Ya Alloh sertakanlah aku dengan menisbatkan diriku padanya, nyatakanlah aku dengan kemuliayaan leluhurnya, kenalkanlah diriku kepadanya dengan pengetahuan yang menyelamatkanku dari sumber ketidaktahuan dan mendekatkanku kepada sumber keutamaan. Bawalah aku diatas jalannya menuju kehadirat-Mu dengan penyertaan yang penuh harap terhadap pertolongan-Mu. Lepaskanlah aku atas kebatilan hingga dapat melenyapkannya. Lemparkan aku dalam samudra pengesaan, angkatlah aku dari lumpur tauhid, tenggelamkanlah aku dalam lautan keEsaan hingga aku tak dapat melihat, tidak mendengar, tidak menemukan dan tidak merasakan apapun kecuali dengannya.Jadikanlah Ya Alloh, hijab yang teramat Agung itu menjadi kehidupan roh ku, dan roh-nya menjadi rahasia hakikatku, kemudian hakikatnya menjadi menjadi cakupan alamku dengan menyatakan Al-Haq (Yg Maha Benar) Al-Awwal (Yg Maha terdahulu) . Wahai Zat yg Maha Awal, Wahai Zat yang Maha Akhir, Wahai Zat yang Maha Tampak, Wahai Zat yang Maha Tersembunyi, dengarlah seruanku sebagaimana engkau pernah mendengar seruan hamba-Mu, Zakaria Alaihi sholatu wassalam.Tolonglah aku dengan Izin-Mu untuk ta'at kepada-Mu dan kuatkanlah aku dengan izin-Mu untuk ta'at kepada-Mu, pertemukan aku dengan Engkau dan pisahkanlah dengan selain engkau.Ya Allohu, Ya Allohu, Ya AllohuSesungguhnya yang mewajibkan atas-Mu (melaksanakan aturan-aturan) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ketempat kemabali (Qs. 28:85).Wahai Tuhan Kami, berikanlah Rahmat pada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini (Qs. 18:10). Ya Alloh Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka (Qs. 2:201). Sesungguhnya Alloh dan para malaikat bersholawat untuk nabi Muhammad SAW. (maka) Wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kalian untuk nabi Muhammad SAW, dan ucapkanlah salam penghormatan padanya (Qs. 33:56).
Sabtu, 28 Februari 2015
hizbu khofi
untuk mengetahui dan membongkar tipu muslihat orang yang mempunyai niat jahat
ــ( حزب الخـفى )ــ
إلى حضرة النبى المصطفى سيدنا ومولانا محمد صلى اللـه عليه وسلم وعلى أله وصحبه أجمعين الفاتحة....
ثم إلى حضرة الشيخ الإما سنوسى والإمام أبى الحسن الشاذلى وإلى شيخ العارف آمباه سنوسى آمباه يس آمباه أحمد بشير قدس اللـه سرهم ونور ضريحهم ويعلى درجاتهم وأعاد عليا من بركاتهم شئ للـه لهم الفاتحة...
بسم اللـه الرحمن الرحيم
بخفى لطف اللـه بلطيف صنع اللـه بجميل ستر اللـه دخلت فى كنف اللـه وتـشفعت برسول اللـه صلى اللـه عليه وسلم بدوام ملك اللـه بلاحول ولا قوة إلا باللـه العلى العظيم بياه بياه أهيل أهيل أهياش أهياش حجبت نفس بحجاب اللـه ومنعتها بأيات اللـه وبالأيات البينات بحق من يحي العظام وهى رميم (اللـه أكبر)3 وجبريل وميكائل وإسرافيل وعزرائيل فى حرز بدنى وسيدنا وحبيبنا وشفيعنا ومولانا محمد صلى اللـه عليه وسلم أمامى وعصى موسى فى يدى فمن رأنى يهابنى (ختم اللـه على قلوبهم وعلى سمعهم وعلى أبصارهم غشاوة ولهم عذاب عظيم )3 بلا نفس. وختم سليمان على لسانى فمن تكلت إليه قاضى حاجاتى ونور يوسف على وجهى فمن رأنى يحبنى واللـه من ورائهم محيط بى واللـه المستعان على أعدائـى ولاحول ولا قوة إلا باللـه العلى العظيم وصلى اللـه على نبيى الأمة وكاشف الغمة وعلى أله وصحبه وسلم تسليما كثيرا والحمد للـه رب العالمين.
(تصيام بسبعة أيام مع ترك مافيه الروح, ولاينام ليلا و نهارا فى لآخره.
وتقرأ بعد المغرب والصبح)
doa nurbuat beserta khasiatnya
“Bismillaahir rohmaanir rohiim. Allahumma dhisshulthanil adziim. Wa dzil mannil qadim wa dzil wajhil kariim wa waliyyil kalimaatit tammaati wad da’awaati mustajaabati ‘aaqilil hasani wal husaini min anfusil haqqi ‘ainil qudrati wannaazhirinna wa ‘ainil insi wal jinni wa in yakadul ladzinna kafaruu la yuzliquunaka bi-abshaarihim lamma sami’udz dzikra wa yaquuluuna innahu lamajnuun wa maa huwa illa dzikrul lil ‘aalamiin wa mustajaabu luqmanil hakiimi wa waritsa sulaimaanu daawuda ‘alaihis salaamu al waduudu dzul ‘arsyil majiid thawwil ‘umrii wa shahhih ajsadii waqdli haajatii waktsir amwaalii wa aulaadii wa habbib linnaasi ajma’in. Watabaa ‘adil ‘adaa wata kullahaa min banii aadama ‘alaihis salaamu man kaana hayya wa yahiqqal baathilu innal baathila kaana zahuuqaa. Wa nunazzilu minal qur’aani maa huwa syifaa-uw wa rahmatul lil mu’miniina. Subhaana rabbika rabbil ‘izzati ‘ammmaa yashifuuna wa salaamun ‘alal murshaliina wal hamdu lillahi rabbil ‘aalamiin.”
“Ya Allah robb yang memiliki kekuatan yang agung, yang memiliki kemauan yang abadi dan yang memiliki wajah yang mulia dan sebagai pelindung kalimat-kalimat-nya serta pengabul do’a-do’a, kecerdasan hasan dan husein dari jiwa yang benar, pelindung indra mereka yang melihat serta indra jin dan manusia. Dan ketika orang-orang kafir akan menggelincirkan kamu dengan penglihatan sihir mereka tatkala mereka mendengar peringatan lalu mereka berkata-kata, sesungguhnya ia adalah gila. Tiadalah itu semua melainkan sebagai peringatan bagi seluruh alam. Allah yang mengabulkan do’a luqmanul hakim dan mewariskan sulaiman bin daud a.s. Ya allah robb yang maha penuh kasih, ya allah, ya allah, ya allah robb yang memiliki singgasana yang agung, yang dapat berbuat apa yang diinginkan, maka panjangkanlah umurku dan sehatkanlah tubuhku, perkenankanlah hajatku, limpahkanlah hartaku dan anak-anakku, dan berikanlah rasa cinta semua manusia kepadaku, jauhkanlah permusuhan dan pertentangan dari diriku dari semua anak cucu adam a.s. Allah yang hidup dan perkataan itu benar atas orang-orang kafir. Dan katakanlah telah datang yang haq dan telah sirnalah yang bathil karena sesungguhnya yang bathil itu pasti akan sirna. Dan kami telah menurunkan al-qur’an itu sebagai penyembuh dan rahmat untuk orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang dhalim itu tidaklah mendapat sesuatu di dunia ini melainkan kerugian.”
Khasiat yang terkandung dalam doa Nurbuat antara lain:
• Hajat dapat terkabul, jika dibaca sesudah sholat fardlu secara rutin.
• Dapat bertemu dengan Jin, bisa merubah rupa .
• Dapat menyembuhkan hewan yang cacad bila dibacakan pada hewan tersebut.
• Dapat diampuni dosa kita, jika dibaca ketika matahari terbenam.
• Dapat disayangi oleh musuh, jika dibaca ketika hendak keluar rumah.
• Dapat menjadi penjaga rumah dari gangguan jin, sihir, santet dan bahaya lainnya, jika ditulis lalu disimpan di dalam rumah.
• Dapat menyelamatkan serangan hama, jika ditulis lalu diletakkan pada tanaman.
• Dapat mengusir jin dari tempat-tempat angker, jika ditulis dan diletakkan di tempat tersebut.
• Dapat kesejahteraan dunia akhirta jika dibaca setiap hari secara rutin.
• Dapat menjauhkan dari kekufuran dan perbuatan maksiat jika dibaca 50 kali setiap malam Jum’at.
• Dapat memperlihatkan hal-hal yang indah, jika dibaca 100 kali pada malam Sabtu.
• Dapat menawarkan air laut, jika dibaca lalu ditiupkan pada air laut tersebut.
• Dapat awet muda jika dibaca setiap malam Minggu
• Dapat keselamatan hidup jika dibaca setiap malam Senin.
• Dapat menguatkan tubuh jika dibaca setiap malam Selasa.
• Dapat menguatkan gigi jika dibaca setiap malam Rabu.
• Dapat menjadikan wajah tampak lebih tampan/cantik jika dibaca setiap malam Kamis.
• Dapat menjinakkan binatang buas jika dibaca pada telinga binatang tersebut.
• Dapat bertemu Nabi Muhammad dalam mimpi jika dibaca 100 kali sebelum tidur.
• Dapat menyembuhkan segala macam penyakit jika dibacakan pada minyak kelapa lalu dioleskan pada bagian yang sakit tersebut.
• Dapat dikasihi oleh penguasa, pejabat jika dibaca setiap hari.
• Dapat berjalan jauh, jika dibacakan pada daun sirih yang bertemu ruasnya lalu diioleskan keseluruh tubuh dan kedua kaki.
• Dapat bertemu dengan raja jin jika dibaca pada tengah malam dalam keadaan suci.
• Dapat keselamatan dari pertempuran jika dibaca ketika akan berangkat bertempur.
• Dapat diterima lamaranya jika dibaca ditempat sunyi setelah siangnya berpuasa.
• Dapat memudahkan kelahiran jika dibacakan pada segelas air lalu diminumkan pada Ibu yang akan melahirkan tersebut.
• Dapat menyembuhkan sakit pada mata jika dibaca lalu ditiupkan pada mata yang sakit.
• Dapat menyembuhkan gigitan binatang berbisa jika dibaca lalu ditiupkan pada gigitan tersebut.
• Dapat kemuliaan di lingkungan masyarakat jika dibaca secara rutin setiap hari.
• Dapat melenyapkan permusuhan jika dibaca sebanyak-banyaknya.
SEMOGA BERMANFAAT DAN BERKAH....
hizbu imam nawawi
Imam al-Nawawi dilahirkan di sebuah kampung bernama Nawa di daerah Hauran sebelah selatan kota Damsyik, Syria pada bulan Muharram 631H. Nama penuh beliau ialah Muhyiddin, Abu Zakaria, Yahya bin Syaraf al-Nawawi, al-Hizami, al-Haurani, al-Syafii. Beliau hidup di kalangan ahli keluarga yang sangat menghargai ilmu agama.
Imam Nawawi pindah ke Damsyik dan tinggal di madrasah al-Rawahiyyah pada tahun 649H semata-mata untuk menuntut ilmu. Beliau sangat tekun menuntut ilmu agama dan berjaya menghafal kitab al-Tanbih hanya dalam masa 4 setengah bulan sahaja. Pada bulan berikutnya dalam tahun itu beliau berjaya menghafal ¼ kitab al-Muhazzab di bawah bimbingan gurunya iaitu Ishaq bin Ahmad al-Maghribi.
Beliau kemudian berangkat bersama bapanya untuk menunaikan fardu haji. Di sana beliau telah menetap di kota Madinah selama sebulan setengah dan mengalami sakit di sepanjang perjalanannya.
Abu al-Hasan bin al-‘Atthar salah seorang muridnya menceritakan bahawa gurunya iaitu Imam al-Nawawi memberitahunya yang dia belajar sebanyak 12 pelajaran dengan para gurunya setiap hari. Subjek tersebut sama ada dalam bentuk huraian atau pembetulan. Subjek pelajarannya adalah seperti berikut:
2 subjek menggunakan kitab al-Wasith (fiqh)
1 subjek menggunakan kitab al-Muhazzab (fiqh)
1 subjek menggunakan kitab al-Jam’u baina al-Sahihain (hadis)
1 subjek menggunakan kitab al-Sahih Muslim (hadis)
1 subjek menggunakan kitab al-Luma’ karya Ibn Jinni (nahu)
1 subjek menggunakan kitab Islah al-Manthiq (bahasa)
1 subjek dalam ilmu saraf1 subjek dalam ilmu usul al-fiqh
1 subjek dalam ilmu rijal – biografi periwayat hadis1 subjek dalam ilmu usuluddin dan akidah
(berkata Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah: Apa yang tersalin dalam kitab hanya 11 subjek
sahaja)
Antara reaksi kehidupan seharian Imam al-Nawawi ini ialah beliau enggan makan buah-buahan dan timun (sayur-sayuran), alasannya ialah: “Aku bimbang ia akan menggemukkan badanku dan membuatkan aku tidur lama!” Sedangkan beliau hanya makan sekali pada setiap hari dan hanya sekali meminum air iaitu ketika waktu sahur.
Beliau menghadapi pemerintah dengan penuh keberanian, segala yang menyalahi sayarak akan ditegur, dikirim kepada mereka surat serta mengingatkan pemerintah dengan ‘kekuasaan’ Allah Taala. Beliau pernah menulis dalam suratnya:
“Daripada hamba Allah, Yahya al-Nawawi: Semoga Allah memberikan keselamatan, rahmat dan keberkatanNya kepada kamu, Sultan yang dihormati, penghulu raja-raja Badr al-Din. Semoga Allah melestarikan kepadanya kebaikan dan kebajikan. Diperpanjangkan kebaikan di dunia ini hingga ke akhirat bagi setiap impiannya serta diberkati pada setiap keadaannya, amin! Aku ingin menyampaikan pada pengetahuan yang mulia bahawa penduduk Syam sedang menghadapi kesempitan dengan sebab ketiadaan hujan dalam satu surat yang agak panjang.”
Lalu dibalas surat tersebut dengan nada yang keras oleh al-Zahir. Bukan sekali beliau menulis surat kepada Malik al-Zahir dalam mengajak kepada perbuatan yang baik dan meninggalkan perkara yang buruk. Tetapi nada suratnya penuh dengan kelembutan dan kebaikan. Bukan suara yang keras dan menempelak para pemerintah dengan cacian dan kutukan sebagaimana kini. Hinggakan pernah ditanya kepada Malik al-Zahir berkaitan dengan Imam al-Nawawi beliau menyatakan: “Aku begitu gerun kepadanya”.
Antara karyanya yang terkenal ialah:
Minhaj Fi Syarh Sahih Muslim
Riyadh al-Solihin Min Kalam Saiyid al-Mursalin
Al-AzkarAl-Arba’in (Hadis 40)
Al-Irsyad
Tahzib al-Asma’ Wa al-Lughah
Minhaj al-Thalibin
Al-Daqaiq
Tashihul Tanbih Fi Fiqh al-Syafi’iyah
Taqrib Wa Tahsin Fi Musthalah al-Hadits
Al-‘Umdah
Al-Idhah
Al-Tibyan fi Adab Hamlah al-Quran
Dan banyak lagi
Beliau terus belajar ilmu hingga menjadi seorang ulama besar dalam fiqh mazhab Syafii, turut mahir di dalam bidang hadis dan bahasa. Berkaitan dengan ini Syaikh ibn Farh menyatakan bahawa Imam al-Nawawi memiliki tiga darjat yang setiap satu darjatnya sangat sukar dicapai oleh orang lain, iaitu ilmu, zuhud dan berpesan ke arah kebaikan dan menolak kemungkaran.
Beliau pulang semula ke Nawa selepas menziarahi Bait al-Maqdis. Di sana tidak berapa lama beliau jatuh sakit dan meninggal dunia pada bulan Rejab tahun 676H. Umur Imam al-Nawawi ketika itu baru mencecah 45 tahun, meskipun usianya yang tidak begitu panjang, kehidupannya dalam tempoh itu penuh dengan keberkatan. Umur yang singkat itu, beliau menghabiskan untuk melakukan ibadah, ketaatan, mengajar dan menulis.
Semoga Allah merahmati beliau dan kita semua. Allahumma amin!
Imam al-Nawawi ini tidak berkahwin kerana terlalu sibuk dengan ilmu dan tidak sempat memikirkannya. Masanya diluangkan untuk ilmu, beribadah dan hanya sedikit rehat.
Imam Nawawi diketahui menyusun kitab al-Azkar, hizibnya yang sudah maklum. Jangan lupa untuk melakukannya selepas solat Dhuha kerana memiliki keutamaan yang sangat besar.
Sanad Wird atau Hizb An-Nawawi oleh Imam An-Nawawi r.a.
Al-Faqir ila Rabbihi Al-Qawi, Raja Ahmad Mukhlis bin Raja Jamaludin Al-Razi Al-Azhari meriwayatkan Hizb An-Nawawi ini daripada Sheikh As-Sayyid Ibrahim Bin As-Sayyid Abdullah Al-Akhsa'ie daripada Sheikh Al-Mu'ammar Hasan Al-Masyath daripada Sheikh Al-Habib Husien bin Muhammad Al-Habsyi daripada Sheikh As-Sayyid Ahmad bin Abdul Rahman Al-Bar daripada Sheikh Abdul Rahman bin Muhammad Al-Kazbiri daripada ayahnda beliau Sheikh Muhammad bin Abdul Rahman daripada ayanda beliau Sheikh Abdul Rahman daripada Sheikh Muhammad bin Ahmad bin 'Uqailah daripada Sheikh Hasan bin Ali Al-Ajami daripada Sheikh Najmuddin Muhammad Al-Ghazzi daripada ayahnda beliau Sheikh Badruddin Muhammad daripada Al-Hafiz Imam As-Suyuti daripada Sheikhul Islam Imam Al-Bulqini daripada Sheikh Abu Ishaq Ibrahim bin Ahmad At-Tanukhi daripada Sheikh 'Ala'uddin bin Al-'Athor daripada Al-Imam Al-Hafiz Abu Zakaria Yahya bin Syarafuddin An-Nawawi r.a.
Ijazah oleh Habib Muzir Al-Munsawa AL-FADHIL SHEIKH MUHAMMAD NURUDDIN MARBU ABDULLAH AL-BANJARI AL-MAKKI dan diterjamahkan ke Bahasa Melayu oleh Muallij Mustaqim bin Mohd Najib Al-Kelantani untuk tatapan umum bukan untuk tujuan pengijazahan. Amalkan dengan penuh istiqamah.
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani.
Dengan nama Allah aku ucapkan ke atas diriku, ke atas agamaku, ahli keluargaku, anak-anakku, hartaku, sahabat-sahabatku, agama mereka dan ke atas harta benda mereka seribu "la haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhim"
Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, aku ucapkan ke atas diriku, agamaku, ahli keluargaku, anak-anakku, harta-bendaku, sahabat-sahabatku, agama mereka dan ke atas harta benda mereka sejuta "la haula wala quwwata illa billahil'aliyyil 'azhim"
Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, aku ucapkan ke atas diriku, ke atas agamaku, ahli keluargaku, anak-anakku, harta bendaku, sahabat-sahabatku, agama mereka dan ke atas harta benda mereka satu billion "la haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhim"
Dengan nama Allah, aku berlindung dan memohon keberkatan, hanya dengan nama Allah, aku memohon pertolongan dan kemenangan, dan hanya dari Allah, aku memohon kurniaan, dan hanya kepada Allah, aku bernaung dan menyandar, dan hanya ke atas Allah, aku tenggelamkan diriku, jihadku, dan kesungguhanku, dan tiada daya (daripada mengelak maksiat) dan tiada upaya (daripada mengerjakan taat) melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Bismillah, (aku ucapkan) ke atas agamaku, jiwa ragaku, anak-anakku, harta bendaku, ahli keluargaku, sahabat-sahabatku, dan atas segala sesuatu yang dikurniakan Tuhanku kepadaku.
Dengan nama Allah, Tuhan Pentadbir tujuh petala langit, Tuhan Pentadbir tujuh petala bumi, dan Tuhan Pentadbir 'Arasy yang Agung. Dengan nama Allah yang tidak memberi mudarat beserta namaNya barang sesuatu pun yang ada di bumi ini dan di langit, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Bismillah adalah sebaik-baik nama di bumi dan di langit, dengan nama Allah, aku mulakan dan aku akhiri segala-galanya. Allah, Allah, Allah, Allah Raja Pentadbirku, aku tidak sekutukan denganNya barang sesuatu pun. Allah, Allah, Allah, Allah Raja Pentadbirku, tiada Tuhan sebenar melainkan Allah. Allah lebih perkasa, lebih Agung dan lebih Besar daripada apa yang aku khuatiri.
Dengan Engkau ya Allah, aku berlindung dari kejahatan segala sesuatu yang diadakan oleh Raja Pentadbirku, yang dijadikan dan yang diciptakannya. Dengan Engkau ya Allah, aku bentengkan diriku dari mereka, dengan Engkau ya Allah, aku tolak dan tundukkan mereka. (aku jadikan ayat-ayat berikut sebagai pemohon syafaat) dan aku dahulukan ia dihadapanku dan dihadapan mereka, iaitu : Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani, katakanlah (wahai Muhammad s.a.w.) bahawasanya Allah itu Maha Esa. Allah itu Tempat Bergantung. Ia tidak beranak dan Ia pula tidak diperanakkan. Dan tiada sesiapa pun yang setara denganNya. (surah al-Ikhlas:1-4)
Dan seperti itu juga (aku jadikan Basmalah dan surah al-Ikhlas) disebelah kananku dan disebelah kanan mereka, dan seperti itu juga (aku jadikan Basmalah dan surah al-Ikhlas disebelah kiriku dan disebelah kiri mereka, dan seperti itu juga (aku jadikan Basmalah dan surah al-Ikhlas) dihadapanku dan dihadapan mereka, dan seperti itu juga (aku jadikan Basmalah dan surah al-Ikhlas) dibelakangku dan dibelakang mereka, dan seperti itu juga (aku jadikan Basmalah dan surah al-Ikhlas) diatasku dan diatas mereka, dan seperti itu juga (aku jadikan Basmalah dan surah al-Ikhlas) dibawahku dan dibawah mereka, dan seperti itu juga (aku jadikan Basmalah dan surah al-Ikhlas) meliputi diriku dan diri mereka.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau bagi manfaat diriku dan bagi diri mereka dari kebaikanMu dengan (hak) kebaikanMu yang tidak dimiliki oleh sesiapa pun selain Engkau.
Ya Allah, jadikanlah aku dan mereka di dalam golongan hambaMu yang sebenar dan di dalam perlindunganMu, orang-orang yang Engkau pergatikan dan orang-orang yang berdamping dengan Engkau, di dalam keamaanMu dan bentengMu, dan di dalam golonganMu dan naunganMu, daripada setiap syaitan dan raja, manusia dan jin, orang jahat dan orang yang hasad, binatang buas, ular dan kala jengking, dan daripada setiap binatang yang hanya Engkaulah Pemegang ubun-ubunnya (Pengaturnya). Sesungguhnya Tuhanku itu di atas jalan yang lurus.
Cukuplah bagiku Tuhanku daripada orang-orang yang ditadbirnya, cukuplah bagiku Penciptaku daripada semua ciptaanNya, cukuplah bagiku Tuhanku Yang Maha Pemberi Rezeki daripada orang-orang yang dikurniakan rezeki, cukuplah bagiku Tuhanku yang Maha Penutup (Pelindung) daripada orang-orang yang dilindungi, cukuplah bagiku Tuhanku yang Maha Penolong daripada orang-orang yang ditolong, cukuplah bagiku Tuhanku yang Maha Gagah daripada orang-orang yang digagahi, cukuplah bagiku Tuhanku yang hanya Dialah yang menjadi kecukupanku, cukuplah bagiku Tuhanku yang sentiasa menjadi kecukupanku, cukuplah bagiku Allah, dan Dialah sebaik-baik wakil, dan cukuplah bagiku Allah daripada sekalian makhlukNya, sesungguhnya penolongku ialah Allah yang telah menurunkan Al-Qur'an, dan Dia pasti akan menolong orang-orang yang soleh.
{Dan apabila engkau membaca Al-Qur'an (wahai Muhammad s.a.w.), Kami jadikan dinding yang tidak dapat dilihat diantara kamu dan diantara orang-orang yang tidak beriman dengan hari akhirat. Dan Kami jadikan di atas hati mereka tutupan yang berlapis-lapis, juga sebagai penyumbat pada telinga mereka, yang menghalang telinga mereka dari memahami dan mendengar al-Qur'an, dan sebab itulah apabila engkau menyebut nama TuhanMu saja di dalam Al-Qur'an, mereka berpaling undur melarikan diri.} (Surah Al-Isra': 45-46)
{Kemudian jiwa mereka berpaling ingkar, maka katakanlah (wahai Muhammad s.a.w.) : "Cukuplah bagiku Allah (sebagai Pemeliharaku), tiada Tuhan yang sebenar melainkan Dia. Hanya kepada Allah aku berserah diri, dan Dialah Raja Pentadbir 'Arasy yang Agung.} (Surah At-Taubah: 129)
Dan tiada daya (daripada mengelak maksiat) dan tiada upaya (mengerjakan taat) melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Dan semoga curahan selawat dan salam sentiasa ke atas penghulu kami, Muhammad s.a.w., ahli keluarganya dan para sahabatnya..
hizbu nasor
بسم الله الرحمن الرحيم
اَللَّهُمَّ بِسَطْوَةِ جَبَرُوتِ قَهْرِكَ, وَبِسُرْعَةِ إِغَاثَةِ نَصْرِكَ, وَبِغَيْرَتِكَ ْلإِنْتِهَاكِ حُرُمَاتِكَ, وَبِحِمَايَتِكَ لِمَنِ احْتَمَى بِآيَتِكَ, نَسْأَلُكَ يَااَلله يَاسَمِيْعُ يَاقَرِيْبُ يَامُجِيْبُ يَاسَرِيْعُ يَامُنْتَقِمُ يَاشَدِيْدَا الْبَطْشِ يَاجَبَّارُ يَاقَهَّارُ يَا مَنْ لاَيُعْجِزُهُ قَهْرُ الْجَباَبِرَةِ وَلاَ يَعْظُمُ عَلَيْهِ هَلاَكُ الْمُتَمَرِّدَةِ, مِنَ الْمُلُوْكِ وَاْلاَكَاسِرَةِ, أَنْ تَجْعَلَ كَيْدَ مَنْ كَادَنِىْ فِىْ نَحْرِهِ وَمَكْرَ مَنْ مَكَرَ بِىْ عَائِدًا عَلَيْهِ, وَحُفْرَةَ مَنْ حَفَرَلِىْ وَاقِعًا فِيْهَا, وَ مَنْ نَصَبَ لِىْ شَبَكَةَ الْخِدَاعِ إِجْعَلْهُ يَاسَيِّدِى مُسَاقًا اِلَيْهَا وَمُصَادًا فِيْهاً وَاَسِيْرًالَدَيْهَا, اَللَّهُمَّ بِحَقِّ: كهيعص إِكْفِنَا هَمَّ اْلعِدَا, وَلَقِّهِمُ الرَّدَا, وَاجْعَلْهُمْ لِكُلِّ حَبِيْبٍ فِدَا, وَسَلِّطْ عَلَيْهِمْ عَاجِلَ النِّقْمَةِ فِى اْليَوْمِ وَالْغَدَا, اَللَّهُمَّ بَدِّدْ شَمْلَهُمْ, اَللَّهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ, اَللَّهُمَّ أَقْلِلْ عَدَدَهُمْ, اَللَّهُمَّ اجْعَلِ الدَّائِرَةَ عَلَيْهِمْ, اَللَّهُمَّ أَوْصِلِ اْلعَذَابَ إِلَيْهِمْ, اَللَّهُمَّ أَخْرِجْهُمْ عَنْ دَائِرَةِ الْحِلْمِ, وَاسْلُبْهُمْ مَدَدَ اْلاِ مْهَالِ, وَغُلَّ أَيْدِيَهُمْ, وَارْبُطْ عَلىَ قُلُوْبِهِمْ, وَلاَ تُبَلِّغْهُمُ اْلاَمَالُ, اَللَّهُمَّ مَزِّقْهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ مَزَّقْتَهُ مِنْ اَعْدَائِكَ, إِنْتِصَارً اِلاَنْبِيَائِكَ وَرَسُلِكَ وَاَوْلِيَائِكَ, ( اَللَّهُمَّ انْتَصِرْ لَناَ انْتِصَارَكَ ِلأَحْباَبِكَ عَلىَ اَعْدَائِكَ.3× ).( اَللَّهُمَّ لاَ تُمَكِّنِ اْلاَعْدَاءَ فِيْناَ وَلاَ تُسَلِّطْهُمْ عَلَيْناَ بِذُنُوْبِناَ. 3×) حم حم حم حم حم حم حم, حُمَّ ْلأَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرُ فَعَلَيْناَ لاَيُنْصَرُوْنَ, حمعسق حِمَايَتُناَ مِمَّا نَخَافُ, اَللَّهُمَّ قِناَشَرَّاْلاَسْوَاءِ وَلاَ تَجْعَلْناَ مَحَلاًّ لِلْبَلْوَى, اَللَّهُمَّ أَعْطِناَ أَمَلَ الرَّجَاءِ وَفَوْقَ اْلأَمَلِ, يَاهُوْ يَاهُوْ يَاهُوْ, يَامَنْ بِفَضْلِهِ لِفَضْلِهِ نَسْأَلُكَ, إِلَهِى اْلإِجَابَةَ اْلإِجَابَةْ, يَا مَنْ أَجَابَ نُوْحًا فِى قَوْمِهِ, وَ يَا مَنْ نَصَرَ اِبْرَاهِيْمَ عَلىَ اَعْدَائِهِ, وَ يَا مَنْ رَدَّ يُوْسُفَ عَلىَ يَعْقُوْبَ, يَا مَنْ كَشَفَ ضُرَّ أَيُّوْبَ, يَا مَنْ أَجَابَ دَعْوَةَ زَكَرِيَّا, يَا مَنْ قَبِلَ تَسْبِيْحَ يُوْنُسَ بْنِ مَتَّى, نَسْأَلُكَ بِأَسْرَارِ هَذِهِ الدَّعْوَاتِ, أَنْ تَقَبَّلَ مَابِهِ دَعَوْناَكَ, وَ اَنْ تُعْطِيَناَ مَاسَأَلْناَكَ, أَنْجِزْلَناَ وَعْدَكَ الَّذِى وَعَدْتَهُ لِعِبَادِكَ الْمُؤْمِنِيْنَ, لاَ اِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ, إِنْقَطَعَتْ آمَالُناَ وَعِزَّتِكَ اِلاَّمِنْكَ, وَخَابَ رَجَاؤُناَ وَحَقِّكَ اِلاَّفِيْكَ , إِنْ أَبْطَأَتْ غَارَةُ اْلأَرْحَامِ وَابْتَعَدَتْ فَأَقْرَبُ اٌشَىْءِ مِنَّا غَارَةُالله, يَاغَارَةُ اللهِ جِدِّى السَّيْرَ مُسْرِعَةً فِى حَلِّ عُقْدَتِناَ يَاغَارَةُ اللهِ, عَدَتِالْعَادُوْنَ وَجَارُوْا, وَرَجَوْناَ الله مُجِيْرًا, وَكَفَى بِاللهِ وَلِياً, وَكَفَى بِاللهِ نَصِيْرًا, وَ حَسْبُنَاالله وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ , وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِىِّ اْلعَظِيْمِ, سَلاَمٌ عَلىَ نُوْحٍ فِى اْلعَالَمِيْنَ, إِسْتَجِبْ لَناَ, ( آمِيْنَ. 3×) فَقُطِعَ دَابِرُ اْلقَوْمِ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا, وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ, وَصَلىَّ الله عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Dan banyak sekali fadhilah dari hizib ini, diantaranya untuk perlindungan dan untuk mengalahkan lawan
Hizb An-Nashr di tulis dan terinspirasi oleh Syekh Abu Hassan As-Syadzily sekitar 800 tahun yang lalu. Hizb ini disebut juga sebagai Hizb-Saif atau Hizbul Qoher. Ia ditulis pada saat Syekh Abu Hasan terjun dalam peperangan melawan tentara salib
Hizib Nasher / Nashor adalah wirid yang digunakan untuk memohon pertolongan Allah bagi orang yang membacanya dalam menghadapi lawan atau musuh.
Hizib ini juga di namakan Hizib Qaher atau Hizib Saif. Berguna untuk mengalahkan musuh dengan Kekuasaan Allah Ta’alaa. Dapat dikatakan bahwa Hizib ini merupakan amalan para Kyai dan Ulama pada masa lalu.Dan ada sholat2 khusus berkaitan dengan hizib nashr ini yang disebut sholat saif atau ada juga yang menyebutnya pedang para wali yang kaifiatnya disebutkan di dalam kitab Sirrul Jaliil
Terjemah Hizib Nashr :
“ Ya Allah, dengan serbuan kekuasaan sifat kemenangan-MU, dengan pertolongan sifat Penolong-MU, dengan kecermatan-MU terhadap perongrongan kehormatan-MU dan dengan perlindungan-MU terhadap orang yang memohon perlindungan dengan ayat-ayat-MU, kami memohon kepada-MU Ya Allah, Duhai Dzat Yang Maha Mendengar, Duhai Dzat Yang Maha Dekat, Duhai Dzat Yang Maha Pengabul, Duhai Dzat Yang Maha cepat berlaku Aqdla-NYA, Duhai Dzat Yang Maha Penyiksa, Duhai Dzat Yang Maha keras siksaan-NYA, Duhai Dzat Yang Maha Pemaksa, Duhai Dzat Yang Maha Menang, Duhai Dzat Yang tidak akan melemahkan-NYA keperkasaan pemaksa dan yang tidak akan mengagungkan pada-NYA kebinasaan raja-raja dan kaisar-kaisar pendurhaka, hendaklah Engkau jadikan tipu daya orang yang menipu dayaku dalam lehernya, hendaklah Engkau jadikan tipuan orang yang menipuku agar kembali kepadanya, dan lubang orang orang yang menggali agar aku terjerumus kedalamnya dan orang yang memasang perangkap tipuan untukku, jadikanlah ia tergiring kepadanya dan terperangkap kepadanya serta tertahan padanya.
Ya Allah dengan kehormatan كهيعص semoga Engkau mencukupiku atas musuh-musuhku, dan semoga Kau binasakan mereka dan jadikanlah mereka untuk tiap kekasih sebagai tebusan , jadikanlah untuk mereka kesegeraan siksaan pada hari ini dan esok pagi. Wahai Allah, semoga Engkau porak-porandakan perkumpulan mereka, cerai-beraikanlah persatuan mereka, Wahai Allah sedikitkanlah jumlah mereka.
Ya Allah semoga Engkau jadikan lingkungan siksaan atas mereka, Ya Allah sampaikanlah siksaan kepada mereka, Ya Allah keluarkanlah mereka dari sifat santun Engkau, cabutlah penangguhan siksaan atas mereka, belenggulah tangan-tangan mereka dan ikatlah hati-hati mereka dan janganlah Kau sampaikan angan-angan mereka. Ya Allah robeklah mereka dengan robekan-robekan yang Engkau robekkan musuh-musuh Engkau untuk menolong nabi-nabi Engkau dan utusan-utusan serta kekasih Engkau. Ya Allah berilah kami pertolongan dengan pertolongan yang Engkau berikan kepada kekasih-kekasih-MU terhadap musuh-musuh-MU ( 3x )
Ya Allah, janganlah Engkau mungkinkan musuh-musuh bagi kami, dan janganlah Engkau kuasakan mereka atas kami dan janganlah Engkau kuasakan mereka atas kami karena dosa-dosa kami ( 3x )
حم ( 7x ) telah pasti perkara dan telah datang kemenangan dan atas kami semoga mereka tidak diberi kemenangan , عسق حم adalah penjaga kami dari ketakutan yang kami takuti. Wahai Allah lindungilah kami dari kejahatan yang menyusahkan dan janganlah Engkau jadikan kami sebagai tempat ujian. Ya Allah, semoga Engkau beri kami atas harapan kami dan yang diatas harapan kami. Ya Huu…Ya Huu…Ya Huu
Wahai Dzat yang dengan anugerah-NYA untuk anugerah-NYA kami mohon kepada-MU kesegeraan, kesegeraan, Duhai Tuhan kami kami mohon dikabulkan, Mohon dikabulkan wahai Dzat yang mengabulkan Nuh atas kaumnya, Wahai Dzat yang menolong Ibrahim terhadap musuh-musuhnya, Wahai Dzat yang mengembalikan Nabi Yusuf kepada Ya’kub, Wahai Dzat yang menyingkap kemelaratan Nabi Ayyub, Wahai Dzat yang mengabulkan do’a Nabi Zakaria, Wahai Dzat yang menerima tasbih nabi Yunus bin Matta, kami mohon kepada-MU dengan lantaran doa-doa ini, semoga Engkau menerima perkara-perkara yang kami mohonkan Kepada-MU dan berilah kami apa-apa yang kami mohon kepada-MU , semoga Engkau tunaikan janji –MU seperti yang Kau tunaikan kepada hamba-hamba-MU yang MU’min. Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menganiaya, telah putus harapan kami, demi kemulyaan Engkau melainkan dari Engkau, dan telah gagal harapan kami, demi kebenaran Engkau melainkan kepada Engkau. Jika bantuan dari kerabat terlambat dan menjauh, maka sedekat-dekat pertolongan adalah pertolongan-MU.
Wahai bantuan Allah, ayunkanlah langkah kami dengan cepat dalam menguraikan keruwetan kami, Wahai Allah, telah melampaui batas orang-orang yang melampaui batas dan mereka durhaka, sedang kami mengharapkan Allah sebagai Penolong kami. Cukuplah bagi kami Allah sebagai Pemelihara, cukuplah bagi kami Allah sebagai Penolong. Allahlah yang mencukupi kami dan Dialah sebaik-baik wakil. Tidak ada daya ( untuk menghindar dari maksiat ) dan tidak ada kekuatan untuk beribadah selain dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Kesejahteraan dilimpahkan atas Nabi Nuh diseluruh alam. Semoga Engkau kabulkan doa kami. Kabulkanlah Ya Allah. 3x. Kemudian babatlah barisan belakang kaum yang dholim.
Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Dan semoga rahmat ta;dzim senantiasa terlimpah atas junjungan kami Nabi Muhammad, atas keluarganya dan semua sahabat beliau….”
Kaifiat Pengamalan Hizib Nashr :
1. Sebaiknya dikerjakan pada malam hari. Setelah bangun, maka berwudhu’lah dan melakukan sholat sunah 2 rakaat.
2. Setelah membaca tawasul, lalu membaca :
"Hasbunallahu Wa Ni'mal Wakiil"
"Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung" ( QS. Ali-Imran : 173 ) 450x.
3. Bacalah dengan penuh perhatian dan khusu’. Mulut mengucapkan dzikir tersebut dan hati memohon kepada Allah perlindungan dari lawan atau musuh.
4. Selanjutnya apa yang kamu mohon hendaknya di mohon dalam hati dengan penuh konsentrasi pada waktu membaca ayat di atas. Apakah anda akan memohon agar musuh tersebut lepas jabatannya atau kocar-kacir ekonominya dan lain-lain.
5. Sebaiknya jika kedzoliman musuh itu sangat luar biasa, seyogjanya di lakukan wirid secara berjamaah setiap malam selasa atau malam jum’at.
بسم الله الرحمن الرحيم
اِلىَ حَضْرَةِ رَسُوْلِ اللهِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاِلىَ حَضْرَةٍ أَرْوَاحِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلاَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاِلىَ حَضْرَةِ أَهْلِ بَيْتِهِ وَاَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ اَلْفَاتِحَةْ...
Al-fatihah kehadirat Rasulullah SAW, semua saudara beliau dari antara para Nabi dan Rasul, keluarga ( Ahlul Bait ) beliau dan semua sahabat beliau. Al-fatihah …
ثُمَّ اِلَى حَضْرَةِ أَرْوَاحِ جَمِيْعِ الصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالحِيْنَ وَاْلاَوْلِياَءِ الْمُقَرَّبِيْنَ َاْلاَحْياَءِ مِنْهُمْ وَالْمَيِّتِيْنَ خُصُوْصًا اِلَى حَضْرَةِ رُوْحِ أَبِى الْحَسَنْ عَلِىٍّ َالشَّاذِلىِ اَلْفَاتِحَةْ........
Al-fatiheh kehadirat arwah para Siddiq, para syuhada, dan kepada para sholihin, para Wali Allah yang dekat ( khusus ) kedudukannya, baik yang masih hidup atau yang telah wafat, dan Khusus kepada Shohibul Hizb Syaikh Abil Hasan Ali Asy-Syadzily. Al-fatihah …
بسم الله الرحمن الرحيم
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ أَسْرَارِ هَذِهِ اْلأَيَةِ :
( 450x حَسْبُناَاللهِ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ.)
Kemudian di teruskan membaca :
Surat Al Imran Ayat 173 sebanyak 7x dan Surat Al Imran Ayat 174 sebanyak 1x
hizbul bahr
Hizbul Bahr Sayyid Abi Hasan Asy-Syadzili & terjemahan
بِسْمِ اللهِ الَّرحْمَنِ الرَّحْيْمِ. اَللَّهُمَّ يَاالله يَاعَلِيُّ يَاعَظِيْمُ يَاحَلِيْمُ يَاعَلِيْمُ. اَنْتَ رَبِّيْ وَعِلْمُكَ حَسْبِيْ فَنِعْمَ الرَّبُّ رَبِّيْ وَنِعْمَ اْلحَسْبُ حَسْبِيْ تَنْصُرُ مَنْ تَشَاءُ وَاَنْتَ اْلعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ. نَسْاَلُكَ الْعِصْمَةَ فِى الْحَرَكَاتِ وَالسَّكَنَاتِ وَالْكَلِمَاتِ وَالْاِرَادَاتِ وَالْخَطَرَاتِ.مِنَ الشُّكُوْكِ وَالظُّنُوْنِ وَاْلاَوْهَامِ السَّاتِرَةِ لِلْقُلُوْبِ عَنْ مُطَالَعَةِ الْغُيُوْبِ فَقَدِ (ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُوْنَ وَزُلْزِلُوْا زِلْزَالاً شَدِيْدًا)(وَاِذْ يَقُوْلُ اْلمُنَافِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِى قُلُوْبِهِمْ مَرَضُ مَا وَعَدَنَا اللهُ وَرَسُوْلُهُ اِلاَّغُرُوْرًا) فَثَبِّتْنَا وَانْصُرْنَا وَسَخِّرْلَنَا هَذَا اْلبَحْرَ كَمَا سَخَّرْتَ اْلبَحْرَ لمُوْسَى وَسَخَّرْتَ النَّارَ ِلاِبْرَاهِيْمَ وَسَخَّرْتَ اْلجِبَالَ وَاْلحَدِيْدَ لِدَاوُدَ وَسَخَّرْتَ الرِّيْحَ وَالشَّيَاطِيْنَ وَاْلجِنَّ لِسُلَيْمَانَ وَسَخِّرْلَنَا كُلَ بَحْرٍهُوَ لَكَ فِى اْلاَرْضِ وَالسَّمَاءِ وَاْلمُلْكِ وَ اْلمَلَكُوْتِ وَبَحْرَ الدُّنْبَا وَبَحْرَ اْلاخِرَةِ وَسَخِرْلَنَا كُلََّ شَيْءٍ. يَامَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوْتُ كُلُّ شَيْءٍ (كهيعص)(ثَلاَثًا) اُنْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْلَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ اْلغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ اْلقَوْمِ الظَّاِلمِيْنَ وَهَبْ لَنَا رِيْحًا طَيْبَةً كَمَا هِيَ فِى عِلْمِكَ وَانْشُرْهَا عَلَيْنَا مِنْ خَزَاِئنِ رَحْمَتِكَ وَاحْمِلْنَا بِهَا حَمْلَ اْلكَرَا مَةِ مَعَ السَّلاَمَةِ وَ الْعَافِيَةِ فِي الدِّ يْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. اَللَّهُمَّ يَسِّرْلَنَا اُمُوْرَنَا مَعَ الرَّاحَةِ لِقُلُوْبِنَا وَاَبْدَانِنَا وَالسَّلاَمَةِ وَاْلعَافِيَةِ فِى دِيْنِنَا وَدُنْيَانَا وَكُنْ لَنَا صَاحِبًا فِى سَفَرِنَا وَخَلِيْفَةً فِى اَهْلِنَا, وَاطْمِسْ عَلَى وُجُوْهِ اَعْدَائِنَا وَامْسَخْهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِِمْ فَلاَ يَسْتَطِيْعُوْنَ اْلمُضِيَّ وَلاَاْلمجَِيْ ءَ اِلَيْنَا (وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى اَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوْا الصِّرَاطَ فَانَّى يُبْصِرُوْنَ* وَلَوْنَشَآءُ لمََسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَااسْتَطَاعُوْا مُضِيًّا وَلاَيَرْجِعُوْنَ (يس وَاْلقُرْآنِ الْحَكِيْمِ* اِنَكَ لَمِنَ اْلمُرْسَلِيْنَ* عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ* تَنْزِيْلَ اْلعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ* لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا اُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُوْنَ* لَقَدْحَقَّ اْلقَوْلُ عَلَى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لاَيُؤْمِنُوْنَ* اِنَاجَعَلْنَا فِى اَعْنَاقِهِمْ اَغْلاَلاً فِهَيَ اِلَى اْلاَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُوْنَ* وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنَهُمْ فَهُمْ لاَيُبْصِرُوْنَ* شَاهَتِ اْلوُجُوْهُ(ثَلاَثًا) وَعَنَتِ اْلوُجُوْهُ لِلْحَيِّ اْلقَيُّوْمِ. وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا(طس)(حم. عسق)(مَرَجَ اْلبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ* بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لاَيَبْغِيَانِ)(حم)(سَبْعًا) حُمَّ اْلاَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرَ, فَعَلَيْنَا لاَ يُنْصَرُوْنَ (حم* تَنْزِيْلُ الْكِتَابِ مِنَ اللهِ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ* غَافِرِالذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَابِ ذِى الطَّوْلِ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ. اِلَيْهِ الْمَصِيْرُ)(بِسْمِ اللهِ)باَبُنَا(تَبَارَكَ) حِيْطَانُنَا(يَس) سَقْفُنَا(كَهَيَعَصَ) كِفَايَتُنَا(حم.عسق) حِمَايَتُنَا(فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ)سِتْرُ الْعَرْشِ مَسْبُوْلٌ عَلَيْنَا وَعَيْنُ اللهِ نَاظِرَةٌ اِلَيْنَا بِحَوْلِ اللهِ لاَيُقْدَرُ عَلَيْنَا (وَاللهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مَحْفُيْطٍ . بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيْدٌ . فِى لَوْحٍ مَحْفُوْظٍ) (فاللهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ) (ثَلاَثًا) (اِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتَابَ . وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ) (حَسْبِيَ اللهُ لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ) (ثَلاَثًا) بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (ثَلاَثًا) وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ ( اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ , يَآ ايُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا) (الله لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ....)
Ayat kursi sebaiknya dibaca dengan satu nafas
يَااللهُ يَانُوْرُ يَاحَقُّ يَامُبِيْنُ , اُكْسُنِيْ مِنْ نُوْرِكَ وَعَلِّمْنِيْ مِنْ عِلْمِكَ وَاَفْهِمْنِيْ عَنْكَ وَاَسْمِعْنِيْ مِنْكَ وَبَصِّرْنِيْ بِكَ وَاَقِمْنِيْ بِشُهُوْدِكَ وَعَرِّفْنِيْ الطَّرِيْقَ اِلَيْكَ وَ هَوِّنْهَا عَلَيَّ بِفَضْلِكَ وَاَلْبِسْنِيْ لِبَاسَ التَّقْوَى مِنْكَ. اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, يَاسَمِيْعُ يَاعَلِيْمُ يَاحَلِيْمُ يَاعَلِيُّ يَاعَظِيْمُ يَااللهُ اِسْمَعْ دُعَاِئْ بِخَصَائِصِ لُطْفِكَ آمِيْنَ. اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كَلِّهَا مِنْ شَرِّ مَاخَلَقَ ( ثَلاَثًا ) يَاعَظِيْمَ السُّلْطَانِ , يَاقَدِيْمَ اْلاِحْسَانِ يَادَائِمَ النَّعْمَاءِ يَابَاسِطَ الرِّزْقِ يَاكَثِيْرَ الْحَيْرَاتِ يَاوَاسِعَ الْعَطَاءِ يَادَافِعَ الْبَلاَءِ وَيَاسَامِعَ الدُّعَاءِ يَاحَاضِرًا لَيْسَ بِغَائِبٍ يَامَوْجُوْدًا عِنْدَ الشَّدَائِدِ يَاخَفِيَّ اللُّطْفِ يَالَطِيْفَ الصُّنْعِ , يَاحَلِيْمًا لاَ يَعْجَلُ اِقْضِ حَاجَتِيْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللّهُمَّ اِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نَحْنُ فِيْهِ وَمَانَطْلُبُهُ وَنَرْتَجِيْهِ مِنْ رَحْمَتِكَ فِى اَمْرِنَا كُلِّهِ . فَيَسِّرْ لَنَا مَا نَحْنُ فِيْهِ مِنْ سَفَرِنَا وَمَانَطْلُبُهُ مِنْ حَوَائِجِنَا وَقَرِّبْ عَلَيْنَا الْمَسَافَاتِ, وَسَلِّمْنَا مِنَ الْعِلَلِ وَالْلآفَا تِ وَلاَ تَجْعَلِ الدُّ نْيَا اَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَمَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَتُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَيَرْحَمُنَا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنّا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.َ
Terjemahan Hizb Al-Bahr
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Wahai yang Maha Tinggi, wahai yang Maha Besar, wahai yang Maha Santun, Engkaulah Tuhanku, dan ilmuMu yang mencukupi akan diriku, dan sebaik-baik Tuhan adalah Tuhanku, dan sebaik-baik Pencukup adalah yang mencukupi diriku, Engkau adalah Penolong kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkaulah yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana.
Kami mohon kepadamu Al-'ishmah (tersuci daripada kesalahan) dalam gerak dan diam, dan dalam bertutur kata dan berkemahuan, dan dari lintasan hati yang disebabkan wasangka, dan dari ragu dan waham (khayalan) yang menjadikan hati tertutup daripada mentelaah perkara-perkara yang ghaib. Di situlah orang-orang Mukmin diuji, dan mereka digoncang dengan goncangan yang keras.
'Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafiq dan orang yang dalam hatinya ada penyakit berkata: "Allah dan Rasulnya tidak menjanjikan pada kita kecuali tipuan."'
(Al Ahzab 33: 11-12)
Maka teguhkan dan tolonglah kami dan tundukkan samudera ini sebagaimana Engkau telah menundukkan laut kepada Musa, dan sebagaimana Engkau telah menundukkan api kepada Ibrahim, dan Engkau menundukkan bukit-bukit dan besi kepada Daud, dan Engkau tundukkan angin dan syaitan serta jin kepada Sulaiman, dan tundukkan kami segala samudera, yang mana kesemuanya itu adalah milikMu baik yang ada di bumi mahupun di langit dan segala kekuasaan di laut dunia mahupun laut akhirat, dan tundukkan untuk kami segala sesuatu, wahai yang di tanganNya kekuasaan segala sesuatu.
Kaaf, Haa, Yaa, 'Ain, Sod (3x)
Tolonglah kami kerana Engkau sebaik-baik Penolong, dan bukalah untuk kami, kerana Engkau adalah sebaik-baik Pembuka, dan ampunilah kami, kerana Engkau sebaik-baik Pemberi Ampunan, dan kasihanilah kami, kerana Engkau sebaik-baik yang mengasihi, dan berilah rezeki kepada kami, kerana Engkau sebaik-baik Pemberi rezeki, dan berilah petunjuk dan selamatkan kami dan anugerahilah kami dengan hembusan angin yang baik sebagaimana yang ada dalam ilmuMu, dan sebarkanlah atas kami khazanah-khazanah rahmatMu dan angkatlah kami dengan pengangkatan kemuliaan bersama keselamatan dan afiat dalam agama, baik di dunia mahupun di akhirat, sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu.
Wahai Allah, mudahkanlah bagi kami segala urusan kami hingga hati kami dapat beristirehat, begitu juga halnya jasad kami dan kami mohon kemudahan berkenaan dengan afiat di dalam dunia dan agama. Berlakulah terhadap kami sebagai kawan dalam safar (perkelanaan) dan sebagai khalifah dalam keluarga, dan robahlah wajah musuh-musuh kami dan bekukan mereka di tempatnya masing-masing agar tidak dapat mendatangi tempat kami.
'Dan kalau Kami menghendaki, nescaya Kami hapuskan penglihatan mata mereka, lalu mereka berlumba-lumba menuju ke jalan tapi bagaimana mereka dapat melihat?
Dan kalau Kami menghendaki. Kami robah bentuk mereka di tempat mereka berada, maka tiadalah mereka maju dan tioada mereka dapat kembali.'
(Yasin 36: 66-67)
'Yaa Siin. Demi Al-Quran yang penuh hikmah. Sungguh engkau adalah seorang Rasul... Dari para Rasul atas jalan yang lurus-lempang (sebagai wahyu). Yang diturunkan oleh yang Maha Perkasa, yang Maha Penyayang. Agar engkau peringatkan suatu kaum yang bapak-bapak mereka belum mendapat peringatan. Kerana itu mereka lalai, sungguh ketentuan (Tuhan) telah berlaku atas kebanyakan mereka kerana mereka tidak beriman. Sungguh telah Kami pasang belenggu di lehernya sampai dagunya, lalu mereka termengadah. Dan Kami adakan di antara tangan-tangan mereka (di hadapan) bendungan dan di belakang mereka bendungan (pula) dan Kami tutup pandangan mereka sehingga tidak dapat melihat.'
(Yasin 36:1-9)
Seburuknya wajah-wajah (3 x)
'Dan sekalian wajah tunduk merendah demi untuk Tuhan yang Maha Hidup, yang Maha Berdiri sendiri, sungguh tiada harapan bagi siapa yang memikul kezaliman.'
(Thaha 20:111)
Thaa Siin. Haa Miim. 'Ain, Siin, Qaaf
'Ia alirkan kedua lautan itu, antara keduanya ada sempadan, masing-masing tiada berlawanan'
(Ar-Rahman 55: 19-20)
Haa Miim (7x)
Haa Miim. Persoalan itu sudah ditetapkan dan kemenangan telah tiba, maka mereka atas kami takkan dimenangkan.
'Haa Miim. Turunnya kitab (Al-Quran ini) dari Allah yang Maha Perkasa, yang Maha mengetahui. Yang Maha Mengampuni dosa, dan Menerima Taubat lagi amat keras hukumNya dan besar kekuasaanNya, tiada Tuhan selain Dia, kepadaNya tujuan kembali."
(Al-Mukmin 40: 1-3)
Bismillah pintu bagi kami;
Tabaroka dinding perisai kami;
Yaa Siin atap menaungi kami;
Kaaf Haa Yaa 'Ain Sod pencukup keperluan kami;
Haa Miim, 'Ain Siin Qaaf penjagaan diri kami.
Maka Allah akan memelihara engkau dari mereka, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (3x)
Tabir penutup Arash dilabuhkan atas kami;
Dan mata pengawasan Allah melihat pada kami;
Dengan daya Allah kami tak terkalahkan.
'Dan Allah mengepung mereka dari belakang. Bahkan itu adalah Al-Quran yang mulia... Yang termaktub dalam Loh Mahfudz'
(Al-Buruj 85: 20-22)
'Allah adalah sebaik-baik pemelihara. Dia Maha Penyayang dari orang-orang yang paling penyayang.' (3x)
(Yusuf 12:64)
'Sungguh pelindungku adalah Allah yang menurunkan kitab (Al-Quran). Dia melindungi para orang salih.' (3x)
(Al-A'raf 7:196)
'Allah cukup bagiku, tiada Tuhan selain Dia, kepadaNya aku bertawakal. Dialah Tuhan pemilik Arash yang Agung' (3x)
(Al-Bara'a 9:129)
Dengan nama Allah, yang bersama namaNya tiadalah sesuatu akan membawa malapetaka baik di bumi mahupun di langit dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui... (3x)
Dan tiada daya dan tiada upaya melainkan dengan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung... (3x)
Kamis, 26 Februari 2015
berteman dengan sepi
Wahai saudaraku…
Mujahadah adalah ajang untuk riyadhoh (latihan) juga merupakan tirakat batin yang harus dilakukan, akan tetapi apa yang harus dilatih? apakah mujahadah kita hanya sebatas lisan saja? Dan mengapa mujahadah kita masih belum berefek membuahkan akhlaqul karimah yang mana ending dari mujahadah itu sendiri adalah akhaqul karimah?
“Fa-ifrodud Tauhidi Ba’da Fanaail Aghyar Huwa Haqqul Yaqiin”
Maka yang dilatih pertama kali adalah mengosongkan jiwa, kalau dalam alam hikmah mengNOLkan jiwa, hati harus kosong, hati harus lepas dari kepentingan apapun, karena hati itu adalah tempatnya untuk ingat kepada ALLAH dan kalau hati ini sering dilatih maka otomatis hati akan tunduk dan menyadari dirinya tidak ada apa-apa, tidak ada kemampuan, tidak ada kekuatan.
Karena hati harus menyadari bahwa dunia tidak bisa memberi manfaat dan tidak membahayakan (ini hakekat) karena yang bisa memberi manfaat, yang menciptakan bahaya atau tidak, yang menciptakan celaka atau selamat itu adalah ALLAH karena dunia seisinya adalah makhluk seperti kita.
Tidak ada kemampuan, tidak ada kekuatan dan tidak ada hal-hal yang lain karena dunia seisinya, langit seisinya adalah senasib SEMUA ADALAH CIPTAAN, maka hati yang sadar dia tidak pernah takut dengan siapapun juga baik makhluk yang bernama rugi atau mencelakakan, maka orang yang hebat dia tidak pernah takut rugi maupun takut ditipu.
INGAT ORANG YANG HEBAT DIA TIDAK PERNAH TAKUT DITIPU KARENA DUNIAPUN DICIPTAKAN UNTUK TIPUAN!
“Wamal Hayaatud Dunya Laibun Wa Lahwun” (QS Muhammad : 36)
Maka kalau sudah melangkah pasrahkan kepada ALLAH karena hakekatnya tidak ada yang bisa menipu kecuali sudah diskenario oleh ALLAH sebagai SANG PENCIPTA.
Maka jangan takut ditipu karena kita hidup didunia ini semuanya adalah tipuan karena hartapun juga tipuan, berapa orang ingin kaya, setelah kaya malah tertipu dengan dunia.
“Faidza 'Azamta Fatawakkal 'Alallah” (QS. Ali Imron: 159)
Ingat…!!! innad dunya mal-unun (dunia itu dilaknat oleh ALLAH) maa fihaa (termasuk apa-apa yang ada didalamnya) illa dzikrullah (kecuali LILLAH BILLAH).
Rasulullah Saw juga bersabda: “Sesungguhnya dunia itu dilaknat, berikut segenap isinya juga dilaknat, kecuali dzikir kepada ALLAH.” (Al Hadits)
Dan ingat…!!! Sesungguhnya ALLAH menciptakan dunia, dan dunia itu dilaknat, maka orang yang hebat dia tidak pernah takut untuk ditipu karena langkah per langkah semuanya adalah tipuan-tipuan dunia, dan ranjau-ranjau dunia yang siap meledakkan manusia yang santun akan menjadi anarkis, saudara akan menjadi musuh karena dunia menipunya.
Berapa orang menjadi lawan ketika bersama-sama berhubungan dengan dunia?
Awas dunia penuh jebakan dan tipuan, keluarga akan menjadi musuh karena berebut warisan padahal sama-sama sedarah, kawan akan menjadi hancur karena dunia.
“MAKA ORANG YANG HEBAT HATINYA TIDAK PERNAH TAKUT KEHILANGAN, KARENA DIA SADAR SEDANG BERJALAN DIATAS SKENARIONYA, SEHINGGA DALAM PANDANGAN BATINNYA SEMUA TIADA YANG BERMANFAAT DAN MENCELAKAKAN.”
Penipu-penipu itupun karena skenario, koruptor-koruptor itupun karena skenario bahkan orang-orang yang jahatpun itu adalah skenario. Dari harta, keluarga, saudara, teman, uang, pekerjaan, yang sakit akan kelihangan kesehatan, satu per satu akan meninggalkan dirinya, bahkan kita akan kehilangan diri kita sendiri karena pada saat sakaratul maut jasad ini akan kita tinggal terkubur ditanah dan roh akan kembali berpulang kepadaNYA.
Maka dia tidak pernah merasa takut kehilangan karena hakekat hidup didunia adalah perpisahan karena semuanya harus berakhir dengan perpisahan. Walaupun sifat basyariah takut kehilangan tapi batin harus lepas akan ketakutan, ketakutan ditipu, dan ternyata teman sejati kita adalah “SEPI”, ketika kita “SEPI” teman sejati itulah mengingatkan kita, menuntun kita ingat apa yang kita lakukan, ingat apa yang kita perbuat sehingga 10 tahun 20 tahun yang lampau dengan “SEPI” itulah akhirnya ingat dosa-dosa yang pernah kita buat.
Saat itulah teman sejati mengingatkan kita dan menuntun menemukan jati diri kita yang sesungguhnya, diam merenung dikamar, dirumah, dikantor, dijalan tahu-tahu air mata lepas dari pelupuk mata karena “SEPI” menuntun kita untuk mengetahui dan mengenal segala kekurangan dan semua dosa yang pernah kita lakukan.
“SEPI” ternyata mengingatkan kita dengan pengalaman-pengalaman yang kita lupakan, maka teman sejati adalah teman yang mengingatkan kita akan kesalahan dan dosa kita dan ternyata yang mengingatkan adalah “SEPI” itu sendiri karena ketika kita tidak berkhalwat tidak menemukan jati diri itu sendiri.
Mengapa saya miskin… mengapa nasib saya seperti ini, akhirnya “SEPI” itu yang menuntun dan mengatakan itulah kasih sayang ALLAH, justru kemiskinan, kemelaratan, ujian itu bentuk kasih sayang ALLAH sehingga “SEPI” itu membuat hati ridho kepadaNYA.
INGAT…!!! TEMAN SEJATI ADALAH “SEPI” DAN ORANG HEBAT BERTEMAN PASTI DENGAN “SEPI”!
Ketika dengan “SEPI” kita tertuntun dan terbimbing semuanya tidak ada, akupun akan tiada, hidup pun akan tiada, kekayaan inipun akan tiada karena akan kami tinggal akhirnya dia merasa tiada yang wujud (ada) kecuali ALLAH, inilah sejatinya teman SELAIN “SEPI” itu sendiri.
Dengan penuh kerendahan ditemani oleh “SEPI” dan dimasukkan kedalam hati pasti akan mengenal kehidupan dan jati diri kita…. INGAT setelah mengenal dan berteman dengan “SEPI” maka cari teman yang lebih sejati lagi.
Lihat apa yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw, Beliau Berkhalwat (menyepi) selama 40 hari, banyak merenung karena “SEPI” itulah teman sejati, akan tetapi masih ada teman yang lebih hebat DARIPADA “SEPI” ITU SENDIRI dan ternyata “KETIADAAN” itulah teman yang lebih sejati, karena semua kehidupan bukanlah milik kita melainkan milik SANG PENCIPTA.
Maka wahai saudaraku…
Belajarlah untuk merenung didalam “SEPI”, walaupun itu 10 menit, bila perlu dalam pososi tenang, berdiri, bahkan berbaring. Renungkan kehidupan kita, sebentar lagi kita akan kemana?
Ternyata kita akan dijemput paksa oleh Izroil, alangkah…. ketika kita pulang tidak mempunyai bekal untuk kehidupan disana, yang akhirnya kita pulang dengan tangan hampa.
Kalau sudah demikian kita akan tersesat dijalan, maka cari teman “SEPI” walaupun sehari semalam hanya 10 menit, apalagi sambil bermujahadah dengan membaca doa sholawat:
“ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA MUHAMMADIW-WA'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. FII KULLI LAMHATIW WA NAFASIM BI'ADADI MA'LUMAATILLAAHI, WA FUYU DHOTIHI WA AMDAADIH.”
Ketika kaya, pangkat, mula, atau sebaliknya itu bukanlah milik kita, melainkan semua adalah SKENARIONYA.
Ketika mengalami ujian itu adalah bentuk kasih sayang dari SANG PENCIPTA, karena semua adalah permainan dunia, sebab kita harus pulang kembali kepadaNYA.
Secepat inikah kita akan pulang, padahal kita sudah beranjak usia 40 tahun, 50 tahun, 60 tahun mungkin kita akan terlambat apabila kita diam.
Saudaraku…
Umur manusia sangat terbatas, kita tidak tahu sebentar lagi akan pulang, padahal perjuangan seperti ini dan kami hanya memohon dan mengharap ada generasi penerus perjuangan yang agung ini yaitu penerus-penerus yang santun, penerus-penerus yang senantiasa berteman dengan “SEPI”, yang artinya senantiasa bermujahadah, hatinya “SEPI” dihadapan ALLAH dan merasa tiada.
Padahal umat jiwanya menjerit, rohnya menanti pejuang-pejuang FAFIRRU ILALLOH yang tulus, yang dituntun gerak-gerik dan lisannya serta hatinya yang senantiasa dituntun oleh guru pembimbing rohani.
MAKA “SEPI” JADIKAN TEMAN SEJATI, WALAUPUN ITU 10 MENIT HARUS DIPAKSA!
Ingat dunia itu tipuan, orang yang nampaknya menolong itu tipuan, yang tidak pernah menipu adalah ALLAH, yang tidak pernah menipu adalah Rasulullah Saw.
Maka lepas hati kita supaya tidak gundah gulana…
Jangan takut celaka karena didunia ujungnya harus celaka, karena roh dengan jasad harus dipaksa untuk berpisah yang sakitnya lebih parah daripada 300 sabetan pedang.
Rela, pasrahkan kepada ALLAH, dan NOL kan semua, kita punya ALLAH, kita punya Rasulullah Saw, pegang erat-erat.
Ingat…!!! Hidup hanya sementara, sebentar lagi kita akan pulang meneruskan perjalanan yang selama-lamanya tidak ada batas dan inilah yang kita renungkan.
Berteman dengan “SEPI” kita akan menemukan jati diri, ketika menemukan jati diri bahwa kita tiada arti, hidup ini tiada, yang ada hanya ALLAH Sang Pencipta.
Oleh karena itu wahai saudaraku….
Mari kita berlatih untuk berkhalwat karena dengan berkhalwat kita akan menemukan teman sejati yaitu “SEPI” yang akhirnya menuntun kita sehingga menyadari bahwa semuanya tiada bahkan diri inipun tiada karena kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.
Langganan:
Postingan (Atom)
apakah indonesia akan menjadi pusat peradaban
roufurrohim
bissmillah